When you have made the leap to decide to start your own business the next step is which type of business should you start? These business opportunities represent a convergence of trends, from saving consumer's time and money to the continued growth of new Internet users. So take a look at the top ten business opportunities for this year.
E-Learning
Learning electronically through the Internet, represents a continued strong business opportunity for development of technology and learning content.
The opportunity for small business is to specialize in delivering highly focused content.
Contractor Referral Service
Homeowners are challenged to find a reliable and trusted service for home repairs. New home contractor referral services have sprung up to fill this growing need. One such service is Angie's List. Become a trusted, unbiased source for contractor and home repair referrals in your hometown and build a much-needed third-party service company.
VIVA – Sanksi denda akhirnya harus diterima Persebaya Surabaya akibat tindakan suporter mereka, Bonek, menyalakan flare dalam laga babak penyisihan Grup C Piala Presiden.
Panitia Disiplin (Pandis) Piala Presiden 2018. menjatuhkan dengan uang sebesar Rp10 juta ke pihak PT LIB (Liga Indonesia Baru) selaku operator turnamen pramusim itu.
Hukuman itu harus diterima Persebaya akibat tindakan suporter yang menyalakan flare di atas tribun saat laga Persebaya melawan Perseru Serui dalam laga lanjutan grup C Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, 23 Januari 2018 lalu.
Dari salinan surat keputusan Pandis Piala Presiden yang diberikan ke manajemen pada 29 Januari lalu, Persebaya dihukum melanggar pasal 63 ayat 1 kode disiplin Piala Presiden terkait tingkah laku buruk penonton di atas tribun.
Persebaya wajib membayar denda tersebut paling lambat sebelum 5 Februari nanti. Selain itu, hampir dipastikan Persebaya juga akan menerima sanksi denda lebih besar lagi.
Sebab, pada laga terakhir melawan Madura United, suporter Persebaya juga menyalakan lebih banyak flare dibandingkan saat melawan Perseru Serui. Namun sanksi untuk laga melawan Madura United belum keluar.
Ketua Panitia Pelaksana (panpel) pertandingan Grup C, Whisnu Sakti Buana menyesali adanya sanksi denda yang diberikan Pandis. Apalagi, sanksi itu lahir akibat perilaku buruk oknum Bonek, julukan suporter Persebaya.
"Kalau memang cinta Persebaya, seharusnya mereka melakukan hal yang positif dan mendukung tim. Bukan malah sebaliknya menyalakan flare yang akibatnya tidak hanya merugikan tim kesayangan, melainkan juga sangat membahayakan bagi penonton di sekitar," katanya.
Ketua Panitia Pelaksana (panpel) pertandingan Grup C, Whisnu Sakti Buana menyesali adanya sanksi denda yang diberikan Pandis. Apalagi, sanksi itu lahir akibat perilaku buruk oknum Bonek, julukan suporter Persebaya.
"Kalau memang cinta Persebaya, seharusnya mereka melakukan hal yang positif dan mendukung tim. Bukan malah sebaliknya menyalakan flare yang akibatnya tidak hanya merugikan tim kesayangan, melainkan juga sangat membahayakan bagi penonton di sekitar," katanya.
Pria yang juga wakil walikota Surabaya itu berharap para suporter bisa lebih dewasa lagi dalam mengekspresikan kecintaan mereka kepada Persebaya.
"Mari kita semua memberikan contoh yang baik, dan menunjukkan kepada publik bahwa bonek yang menjadi suporter Persebaya sudah berubah," ujarnya.
Sumber : Viva.co.id

